- Memahami jalur kabel Kiprok NMAX OLD, Fungsi dan Modifikasi Fullwave
- Mengenal Kiprok Yamaha NMAX Old (2DP)
- Fungsi Warna Kabel pada Jalur Kiprok NMAX OLD
- Mengapa Pin 2 Kosong pada NMAX ?
- Cara Cek Kesehatan Kiprok NMAX Pakai Multimeter
- Cara Membedakan Kiprok NMAX Original vs Palsu (KW)
- Kiprok Aftermarket Pilihan Populer
- Tips Pemasangan kiprok NMAX
- Kesalahan Umum Tentang Jalur Kiprok NMAX
- FAQ
- Kesimpulan
Memahami jalur kabel Kiprok NMAX OLD, Fungsi dan Modifikasi Fullwave
Memahami jalur kiprok NMAX adalah langkah krusial bagi setiap pemilik motor maupun modifikator yang ingin menjaga stabilitas sistem kelistrikan kendaraan mereka dalam jangka panjang.
Sebagai jantung dari manajemen daya, kiprok atau regulator rectifier pada Yamaha NMAX Old (produksi 2015-2019) memiliki reputasi besar di kalangan mekanik karena ketangguhan dan efisiensinya dalam mengolah arus listrik.
Pengetahuan tentang jalur kiprok NMAX bukan hanya sekadar teori teknis, melainkan kebutuhan praktis yang sangat mendesak saat kita menghadapi kendala.
Seperti aki yang terus-menerus tekor atau saat kita memiliki ambisi untuk meningkatkan performa kelistrikan melalui pemasangan lampu LED tambahan, klakson bertipe mobil, hingga modul GPS yang membutuhkan suplai daya yang konsisten.
Banyak orang mencari informasi mengenai jalur kiprok NMAX karena komponen berkode OEM 2DP ini sering dijadikan dewa penyelamat atau standar emas untuk mengubah sistem kelistrikan motor lain dari tipe halfwave menjadi fullwave.
Dengan kapasitas pengisian yang sangat stabil dan material yang dirancang khusus untuk menahan panas berlebih, kiprok original NMAX mampu menyuplai arus pengisian hingga angka 14.5 Volt dengan sangat presisi.
Artikel ini akan mengupas tuntas setiap jengkal skema kabel, membedah perbedaan teknologi antar generasi NMAX.
Hingga memberikan panduan pemasangan yang aman di motor lain agar sistem kelistrikan Anda tetap optimal dan terhindar dari risiko korsleting yang bisa membakar kabel bodi.
Mengenal Kiprok Yamaha NMAX Old (2DP)
Kiprok pada Yamaha NMAX generasi pertama atau yang akrab disebut NMAX Old, mengadopsi sistem Fullwave Single Phase. Berbeda dengan sistem kelistrikan pada motor bebek atau matic generasi lama yang masih membuang sebagian arus listrik ke massa.
Sistem pada NMAX dirancang untuk mengolah seluruh arus AC (Alternating Current) yang dihasilkan oleh putaran magnet di spull menjadi arus DC (Direct Current) yang murni dan stabil.
Proses penyearahan penuh ini memastikan bahwa tidak ada energi listrik yang terbuang sia-sia, sehingga pengisian ke aki tetap deras bahkan saat mesin berada di putaran bawah (idle).
1. Spesifikasi Teknis dan Material
Kiprok NMAX Old dengan kode part 2DP-H1960-00 dibuat dengan standar kualitas tinggi. Cangkangnya menggunakan bahan aluminium sirip yang berfungsi sebagai heatsink atau pembuang panas yang efektif.
Di dalamnya terdapat rangkaian dioda dan transistor pengatur tegangan (regulator) yang bertugas menjaga agar arus yang menuju aki tidak pernah melebihi batas aman.
Jika regulator ini gagal bekerja, maka akan terjadi fenomena overcharge yang bisa membuat air aki mendidih atau merusak modul ECU (Electronic Control Unit).
Jangan Lupa Baca juga : Jalur CDI Beat Karbu
2. Perbedaan NMAX Old vs NMAX New (VVA/All New)
Satu hal yang paling sering menyebabkan kesalahan pembelian di marketplace adalah penyebutan Kiprok NMAX New.
Penting bagi Anda untuk mengetahui bahwa secara teknis, Yamaha NMAX New (2020-sekarang) TIDAK memiliki kiprok fisik dalam bentuk kotak bersirip 5-pin.
Pengisian daya pada NMAX generasi terbaru sudah diintegrasikan ke dalam sebuah modul pintar bernama SGCU (Starter Generator Control Unit).
Oleh karena itu, jika Anda melakukan riset untuk proyek modifikasi fullwave, unit yang Anda gunakan adalah secara spesifik adalah milik NMAX Old (2DP).

3. Tabel Jalur Warna Kabel Kiprok NMAX Old
Akurasi dalam menentukan jalur kiprok NMAX adalah harga mati. Berdasarkan bukti fisik soket asli yang terpasang pada motor Yamaha NMAX Old.
Berikut adalah susunan kabel yang benar jika Anda melihat soket dari arah depan (lubang terminal menghadap Anda dengan klip pengunci berada di posisi ATAS):
| Posisi Pin | Fungsi Utama | Warna Kabel Asli | Deskripsi Jalur |
| Pin 1 (Kiri Atas) | Output DC (+) | Merah | Jalur keluar arus searah menuju kutub positif aki. |
| Pin 2 (Tengah Atas) | Kosong | – | Jalur pasif tanpa sirkuit internal (Non-Connection). |
| Pin 3 (Kanan Atas) | Massa / Ground (-) | Hitam | Jalur negatif menuju rangka atau terminal negatif aki. |
| Pin 4 (Kiri Bawah) | Input Spull (AC) | Putih | Jalur masuk arus bolak-balik dari lilitan spull (Fase A). |
| Pin 5 (Kanan Bawah) | Input Spull (AC) | Putih | Jalur masuk arus bolak-balik dari lilitan spull (Fase B). |
Fungsi Warna Kabel pada Jalur Kiprok NMAX OLD

Memahami jalur kiprok NMAX bukan hanya soal posisi pin, tetapi juga memahami arti dari setiap warna kabel yang digunakan oleh pabrikan Yamaha. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai fungsi masing-masing kabel:
1. Dua Kabel Putih (Input Spull AC)
Pada sistem fullwave Yamaha NMAX, terdapat dua kabel berwarna putih yang menuju ke Pin 4 dan Pin 5 (Baris Bawah). Keduanya adalah ujung-ujung dari satu lilitan kawat tembaga di spull (stator).
Dalam sistem fullwave, lilitan spull tidak boleh menyentuh massa (ground) rangka motor. Artinya, arus listrik mengalir bolak-balik hanya di antara kedua kabel putih ini.
Kiprok NMAX bertugas menangkap kedua gelombang ini melalui jembatan dioda internal. Jika pada motor lama (halfwave) kabel spull hanya satu dan satunya lagi dibuang ke massa.
Maka pada NMAX, kedua kabel putih ini bekerja sama untuk memastikan seluruh energi magnetik diubah menjadi tenaga listrik. Jika salah satu kabel ini terputus, kiprok hanya akan menerima setengah energi yang mengakibatkan aki perlahan akan tekor.
Baca juga : Perbedaan Kiprok AC dan DC
2. Kabel Merah (Output DC Positif)
Kabel merah yang terletak di Pin 1 (Kiri Atas) adalah jalur keluar utama arus searah (DC) yang sudah diregulasi tegangannya oleh kiprok.
Fungsinya adalah menyalurkan listrik ke terminal positif aki dan sekaligus memberi daya ke seluruh sistem injeksi saat mesin hidup. Kabel ini harus memiliki koneksi yang sangat bersih korosi pada terminal kabel merah akan menghambat arus pengisian.
3. Kabel Hitam (Massa atau Ground)
Kabel hitam di Pin 3 (Kanan Atas) berfungsi sebagai jalur negatif atau pelengkap sirkuit. Tanpa massa yang kuat, kiprok tidak akan bisa bekerja menyearahkan arus. Dalam sistem kelistrikan, massa berfungsi sebagai jalan pulang arus ke aki.
Jika jalur hitam pada jalur kiprok NMAX kendor, maka suhu kiprok akan naik drastis melampaui batas normal karena terjadinya hambatan listrik yang besar.
Mengapa Pin 2 Kosong pada NMAX ?
Salah satu hal yang sering membuat modifikator bingung adalah keberadaan Pin 2 (Tengah Atas) yang kosong pada soket kiprok NMAX.
Secara fisik, soket kiprok NMAX identik dengan kiprok milik Honda Tiger atau Megapro, namun fungsi Pin 2 ini berbeda drastis.
1. Fungsi Pin 2 pada Motor Lain (Tiger/Megapro)
Pada keluarga mesin Honda GL seperti Tiger dan Megapro, Pin 2 (Tengah Atas) adalah jalur Voltage Monitor atau kabel sensor. Kabel ini terhubung ke kunci kontak untuk memberikan sinyal beban listrik kepada kiprok.
Jika kabel pada Pin 2 ini putus pada motor Tiger, kiprok akan kehilangan indera peraba voltase dan akan melakukan pengisian berlebih (overcharge) yang merusak aki.
2. Mengapa NMAX Dibiarkan Kosong?
Yamaha mendesain sistem pengisian pada NMAX Old agar lebih ringkas dan efisien. Teknologi internal pada kiprok 2DP sudah memiliki fitur Self-Sensing, di mana sensor voltase sudah diintegrasikan langsung di dalam jalur Pin 1 (Merah).
Oleh karena itu, Pin 2 dibiarkan kosong oleh pabrikan karena tidak ada lagi kebutuhan untuk kabel monitor tambahan.
Memaksakan menyambung kabel ke Pin 2 NMAX tidak akan memberikan efek apa pun karena tidak ada sirkuit tembaga di dalamnya.
3. Implementasi Kiprok NMAX Old untuk Motor Lain (Fullwave)
Alasan mengapa artikel mengenai jalur kiprok NMAX tetap relevan adalah karena popularitasnya di dunia modifikasi.
Motor seperti Honda Tiger, Honda Win, Yamaha Mio, hingga Honda Supra sering menggunakan kiprok ini untuk melakukan upgrade sistem kelistrikan menjadi fullwave.
Langkah-Langkah Konversi di Motor Lain:
Modifikasi Spull: Lepaskan ujung lilitan spull yang menempel ke massa rangka, sambungkan ke kabel baru sehingga spull memiliki dua kabel output yang mengambang.
Penyambungan Soket: Sambungkan dua kabel spull tadi ke Pin 4 dan Pin 5. Sambungkan Pin 1 ke Aki (+) dan Pin 3 ke Aki (-).
Pin nomor 2 pada kiprok Nmax : Pin 2 ini wajib dibiarkan kosong. Hal ini dikarenakan sirkuit internal kiprok NMAX sudah otomatis membaca tegangan melalui Pin 1, sehingga Anda tidak perlu lagi menarik kabel tambahan dari kunci kontak.
Jika pada motor Anda sebelumnya terdapat kabel yang terhubung ke bagian tengah soket (seperti kabel sensor hitam pada Tiger), silakan dilepas atau diputus dan tidak perlu disambungkan kembali ke kiprok NMAX
Alur Lampu: Ubah jalur lampu depan yang tadinya AC menjadi DC dengan mengambil arus dari kabel kunci kontak.
Cara Cek Kesehatan Kiprok NMAX Pakai Multimeter
Mengetahui kondisi kesehatan kiprok adalah bagian dari perawatan rutin. Cukup sediakan multimeter digital sederhana dan ikuti prosedur berikut:
- Pengecekan Aki (Mesin Mati): Aki sehat harus berada di angka 12.4V hingga 12.8V.
- Pengecekan Idle (Mesin Hidup): Multimeter harus menunjukkan angka di kisaran 13V – 13.5V.
- Pengecekan High RPM: Putar gas hingga 5.000 RPM. Tegangan harus stabil di angka 14.0V – 14.5V. Jika menembus 15V, segera ganti kiprok.
Cara Membedakan Kiprok NMAX Original vs Palsu (KW)

Karena populernya jalur kiprok NMAX untuk kebutuhan modifikasi, pasar kini dibanjiri oleh produk tiruan atau KW yang kemasannya sangat mirip dengan aslinya.
Menggunakan kiprok palsu sangat berbahaya karena komponen internalnya seringkali tidak mampu membatasi tegangan yang mengakibatkan overcharge seketika.
Berikut adalah poin-poin fisik untuk memastikan kiprok NMAX Anda 100% Original Yamaha:
- Emboss Kode Produksi: Pada bagian aluminium kiprok original, terdapat grafir atau emboss kode produksi Shindengen yang rapi dan tegas.
- Kualitas Finishing Aluminium: Kiprok original memiliki sirip pendingin yang halus, padat dan tidak tajam. Produk palsu cenderung berpori dan terasa lebih ringan.
- Warna Resin Penutup: Kiprok original memiliki resin penutup yang sangat rapi, keras dan tanpa ada gelembung udara.
- Warna Pin Konektor: Pin tembaga original terlihat berwarna kuning kuningan cerah dan tebal. Produk imitasi seringkali kusam atau tipis.
- Harga Pasar: Harga eceran tertinggi (HET) resmi biasanya berada di kisaran Rp 250.000 ke atas. Jangan tergiur harga di bawah Rp 100.000 untuk klaim original.
Kiprok Aftermarket Pilihan Populer
| Merek | Kelebihan | Kekurangan |
| SHINDENGEN Japan | Presisi tinggi, arus stabil | Harga relatif mahal |
| R9 Racing | Cocok untuk modif harian & touring | Panas sedikit lebih tinggi |
| KITACO | Desain ringkas, cocok NMAX lama | Tidak semua varian cocok |
| Yamaha Thailand (OEM) | Alternatif ori dengan harga lebih murah | Perlu cek kompatibilitas pin konektor |
Tips Memilih:
- Pastikan jumlah pin konektor sama (biasanya 5 pin).
- Hindari kiprok palsu tanpa logo emboss.
- Pilih kiprok dengan sirip pendingin aluminium tebal.
Tips Pemasangan kiprok NMAX
- Selalu cabut kabel negatif aki sebelum melepas kiprok.
- Gunakan pasta thermal di bagian belakang kiprok untuk membantu pendinginan.
- Hindari penggunaan isolasi kain di area dekat mesin karena mudah terbakar.
- Gunakan sekring sesuai spesifikasi (10–15A).
- Jangan mencuci bagian bawah jok saat mesin panas kiprok yang lembap bisa korslet.
Jika kiprok rusak parah, motor masih bisa hidup, tapi pengisian aki tidak akan terjadi. Dalam beberapa hari aki akan tekor dan motor mati total.
Jika Anda mengalami kiprok NMAX rusak dan tidak yakin cara memperbaikinya, sebaiknya gunakan panduan skema kiprok Yamaha NMAX sebagai acuan sebelum mengganti.
Untuk hasil terbaik, lakukan cara memperbaiki kiprok NMAX sesuai prosedur pabrikan dan gunakan komponen yang sesuai spesifikasi agar sistem kelistrikan motor tetap stabil dan aman.
Kesalahan Umum Tentang Jalur Kiprok NMAX
Saat Anda melakukan riset di mesin pencari, banyak artikel yang memberikan informasi kurang akurat mengenai jalur kiprok Nmax.
Sebagai pemilik motor atau modifikator, Anda harus waspada karena mengikuti informasi yang salah dapat berakibat fatal pada sistem kelistrikan. Berikut adalah tiga kesalahan fatal yang sering ditemukan di artikel lain:
Berdasarkan pengalaman teknis di lapangan, terdapat beberapa kesalahan kritis yang harus dihindari:
Salah Jalur Massa: Memasang kabel Massa (Hitam) di Pin 1 dan Aki (+) di Pin 3 akan membalik polaritas yang bisa membakar sirkuit regulator dalam hitungan detik.
Tertukar Posisi Baris Atas dan Bawah: Kesalahan paling fatal adalah memasang kabel Spull (Putih) pada baris atas. Ingat, baris ATAS adalah jalur Aki (+) dan Massa, sedangkan baris BAWAH adalah input dari Spull. Jika tertukar, akan terjadi korsleting seketika.
Identifikasi Warna Kabel yang Keliru: Jangan menggunakan standar warna kabel motor Honda (Kuning) sebagai patokan. Pada NMAX, kedua input dari spull berwarna Putih.
| Aspek Perbandingan | Data Manual Yamaha (Akurat) | Misinformasi Artikel Umum |
| Warna Kabel Input Spull | Putih (Dua kabel fase sama) | Kuning (Sering tertukar skema Tiger) |
| Sistem Kelistrikan | Fullwave sejak standar pabrik | Disebut Halfwave (Salah besar) |
| Kabel Sensor ECU | Tidak Ada (Kiprok murni) | Disebut ada (Warna Hijau/Biru) |
| Pin Nomor 2 | Kosong (Non-Connection) | Disebut kabel massa tambahan |
| Teknologi Pengisian | Rectifier konvensional (Old Nmax) | Disamakan dengan SGCU (New Nmax) |
FAQ
Q: Apakah kiprok NMAX Old bisa dipasang secara langsung pada NMAX New?
A: Tidak bisa, karena pengisian NMAX New sudah terintegrasi dalam modul SGCU dan tidak menggunakan kiprok fisik 5-pin.
Q: Di mana posisi kabel Merah (Aki +) pada soket kiprok NMAX Old?
A: Kabel Merah berada di Pin 1, yaitu posisi kiri atas jika soket dilihat dari depan dengan klip pengunci di atas.
Q: Apa yang terjadi jika jalur kabel Spull (Putih) tertukar dengan jalur Aki?
A: Akan terjadi korsleting besar yang berisiko membakar unit kiprok, memutuskan sekring, hingga merusak kabel bodi motor.
Q: Mengapa Pin nomor 2 (tengah atas) pada kiprok NMAX dibiarkan kosong?
A: Secara desain sirkuit 2DP, Pin 2 memang tidak memiliki jalur koneksi internal dan tidak perlu dihubungkan ke kabel mana pun.
Q: Bolehkah menggunakan kiprok NMAX imitasi untuk modifikasi fullwave?
A: Sangat tidak disarankan, karena kiprok palsu memiliki regulasi voltase yang buruk dan berisiko merusak aki serta komponen elektronik.
Kesimpulan
Menguasai detail mengenai jalur kiprok NMAX adalah investasi ilmu yang sangat berharga bagi setiap pemilik motor.
Kita telah membedah secara mendalam bahwa kiprok NMAX Old (2DP) adalah komponen krusial yang berfungsi menyearahkan arus AC dari spull menjadi DC serta mengatur agar tegangan tetap berada pada batas aman.






